Senin, 30 April 2012

Sepenggal Cerita dari Malam Mingguan


Mungkin kata fenomena tidak asing lagi di telinga kita, karena kata ini kerap dipakai untuk suatu kejadian-kejadian yang sedang menjadi "trend". Ini mungkin hanya definisi sempitnya dari definisi fenomena yang sebenarnya memang luas dalam kaca mata ilmiah. Namun, di sini aku hanya ingin memberikan definisi sederhana dari kata fenomena untuk mengawali tulisan iseng-iseng ini. Jika disempitkan lagi, maka kata fenomena itu artinya adalah apa yang terlihat. Melalui definisi yang paling sederhana dari kata fenomena ini, aku ingin berbagi sedikit cerita tentang apa yang aku lihat selama lebih kurang satu bulan ini di fly over Medan Amplas dan di kawasan persawahan yang berada di Jl. Susuk Kelurahan Padang Bulan Medan. Sebenarnya sudah lebih dari 6 bulan juga hal yang ingin aku ceritakan ini terjadi, namun, aku baru fokus mengamati fenomena ini selama satu bulan belakangan ini. 
Di tempat yang pertama saya sebut yaitu fly over Medan Amplas, ada sebuah fenomena muda-mudi yang berpacaran di pinggir batas sebelah kiri fly over tersebut dan duduk-duduk di atas sepeda motor. Hampir sepanjang pinggiran fly over tersebut diisi oleh mereka yang berpacaran. Terlihat sesekali kontak fisik terjadi di antara para pasangan dan terkadang mungkin si cowok berkata kepada ceweknya," kamu tahu nggak sekarang aku lagi lihat bintang di dua tempat, yg satu di langit, yg satu lagi di hadapan aku." ahahhaha.. Gombal gembel abislah pokoknya. Tapi di sini sebenarnya aku nggak mempermasalahkan apa pun yg para pasangan tersebut kerjakan, yang pengen aku bilang dari fenomena ini sebenarnya cuma satu kalau pacaran itu ya jangan di fly over kenapa! kan bahaya. Kalau tiba-tiba ada supir truk lagi ngantuk atau ada pengendara yang ugal-ugalan (mungkin dia baru nekan bir oplosan kali ya, nggak elit emang ni orang, yg ditekan bir oplosan) dan tiba-tiba kehilangan kendali nabrak mereka-mereka yang lagi pacaran di pinggiran fly over tersebut, pasti tewas kan dan menciptakan suasana malam minggu paling kelabu yg pernah ada mungkin. Ya mudah-mudahanlah fenomena yg aku lihat di fly over ini cepat berakhir. 
Kemudian, di tempat yang kedua saya sebut yaitu di persawahan di Jl. Susuk Padang Bulan saya melihat begitu banyak pasangan yang berpacaran dengan kondisi yang sangat gelap. Karena aku emang pengen tau dan emang sedikit jahil kadang-kadang tidak sengaja tersenter oleh lampu sepeda motor yang sedang aku kendarai dan terlihatlah kontak fisik juga terjadi. Memang hal seperti ini tidak bisa dipungkiri dan aku, kita, dan mungkin siapa pun juga pasti pernah melakukan hal yg sama jika sedang berpacaran. Tapi ya nggak di tempat kayak gitu juga kan? Yg paling menarik dari fenomena yg terjadi di lokasi ini yaitu bahwa tempat-tempat yg mereka jadikan lokasi ada beberapa bagian yg aku klasifikasikan sebagi berikut:
1.     Kelas Ekonomi (kelas ini mereka ciptakan sendiri dgn memarkir sepeda motornya di pinggiran sawah dan mereka berpacaran dgn duduk di atas sepeda motor)
2.    Kelas Bisnis (kelas ini berada di pondok kecil yg berada di pinggiran sawah)
3.    Kelas Eksekutif (kelas ini berada di jembatan kecil yg berada di dekat tali air yg digunakan petani setempat sebagai irigasi sawah)
4.    VIP (kelas ini terbilang lumayan istimewalah utk yg pacarannya pas lagi bokek, karena lokasinya di warung yg dilengkapi tempat duduk di sekitar sawah)
Semuanya gratis dan tidak dipungut bayaran dengan moto siapa cepat dia dapat. Maka, yg paling cepat datang akan menempati VIP. Apa nggak tajut ya tiba-tiba ada ular nyasar, apalagi sekarang kan musim perampok, bahaya juga kan gara-gara pacaran sepeda motor pun lenyap.
Tapi, emang begitulah keadaan remaja masa kini, gaya berpacarannya kadang-kadang nggak bisa ditebak. Lagi-lagi dari fenomena ini aku bukan ingin menjadi sosok seorang ustadz jadi-jadian yang ingin menasehati, tapi yang mau aku bilang di sini aku punya sebuah kesimpulan kecil yang mungkin ada yang akan menerima dan mungkin banyak juga yang nggak menerima. Wajar aja kan? dalam setiap hal memang pasti ada pro dan kontra. Kesimpulan kecil aku ini adalah bahwa cinta itu sebenarnya tidak akan pernah terlepas dari yang namanya nafsu. Jadi, ketika seorang cowok menyatakan cinta kepada seorang cewek hal yang terlintas di kepala si cowok pasti cantiknya lah kamu, kapanlah aku bisa first kiss denganmu dan mungkin khayalan si cowok lebih dari pada itu. Pendapat ini bukan tanpa perhitungan karena memang fakta menunjukkan bahwa hal-hal yg dilakukan dalam berpacaran bisa dibilang sudah terlalu jauh dari jalur yg seharusnya bisa dikontrol. Miris sebenarnya melihat kondisinya yg seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, hal yg seperti ini pasti akan sulit untuk dihilangkan.
Pesan Moral: Terkadang banyak hal yang nggak kita tau dlm hidup ini, dan tentu perlu belajar utk menjadi tau. Begitu juga dgn apa yg aku tulis ini, bkn berarti aku ini sempurna dan tidak cacat dlm menjalani hidup. Dan yg ingin aku bagi dari cerita ini sebenarnya sederhana, bahwa menjalani hidup ini kita akan dihadapkan pada situasi yg salah dan yg benar, hitam dan putih yg kesemuanya pasti kita lewati dgn proses yg tentunya merupakan pembelajaran bagi kita. Sederhananya adalah bahwa segala sesuatu yg kita jalani pasti mempunyai resiko tergantung dari proses mana yg kita pilih apakah menuju ke hitam atau ke yg putih.

Salam hangat buat teman-teman semua.
Namanya juga tulisan iseng-iseng jadi, kalau ada slh-slh kata mohon maaf ya.
Semoga bermanfaat.

1 komentar: