Mungkin
kata fenomena tidak asing lagi di telinga kita, karena kata ini kerap dipakai
untuk suatu kejadian-kejadian yang sedang menjadi "trend". Ini mungkin hanya definisi sempitnya dari definisi
fenomena yang sebenarnya memang luas dalam kaca mata ilmiah. Namun, di sini aku
hanya ingin memberikan definisi sederhana dari kata fenomena untuk mengawali
tulisan iseng-iseng ini. Jika disempitkan lagi, maka kata fenomena itu artinya
adalah apa yang terlihat. Melalui definisi yang paling sederhana dari kata fenomena
ini, aku ingin berbagi sedikit cerita tentang apa yang aku lihat selama lebih
kurang satu bulan ini di fly over
Medan Amplas dan di kawasan persawahan yang berada di Jl. Susuk Kelurahan
Padang Bulan Medan. Sebenarnya sudah lebih dari 6 bulan juga hal yang ingin aku ceritakan ini terjadi, namun, aku baru fokus mengamati fenomena ini
selama satu bulan belakangan ini.
Di
tempat yang pertama saya sebut yaitu fly
over Medan Amplas, ada sebuah fenomena muda-mudi yang berpacaran di pinggir
batas sebelah kiri fly over tersebut dan duduk-duduk di atas sepeda motor.
Hampir sepanjang pinggiran fly over
tersebut diisi oleh mereka yang berpacaran. Terlihat sesekali kontak fisik
terjadi di antara para pasangan dan terkadang mungkin si cowok berkata kepada
ceweknya," kamu tahu nggak sekarang aku lagi lihat bintang di dua tempat, yg
satu di langit, yg satu lagi di hadapan aku." ahahhaha.. Gombal gembel abislah
pokoknya. Tapi di sini sebenarnya aku nggak mempermasalahkan apa pun yg para
pasangan tersebut kerjakan, yang pengen aku bilang dari fenomena ini sebenarnya
cuma satu kalau pacaran itu ya jangan di fly
over kenapa! kan bahaya. Kalau tiba-tiba ada supir truk lagi ngantuk atau
ada pengendara yang ugal-ugalan (mungkin dia baru nekan bir oplosan kali ya,
nggak elit emang ni orang, yg ditekan bir oplosan) dan tiba-tiba kehilangan
kendali nabrak mereka-mereka yang lagi pacaran di pinggiran fly over tersebut, pasti tewas kan dan
menciptakan suasana malam minggu paling kelabu yg pernah ada mungkin. Ya
mudah-mudahanlah fenomena yg aku lihat di fly
over ini cepat berakhir.
Kemudian,
di tempat yang kedua saya sebut yaitu di persawahan di Jl. Susuk Padang Bulan
saya melihat begitu banyak pasangan yang berpacaran dengan kondisi yang sangat
gelap. Karena aku emang pengen tau dan emang sedikit jahil kadang-kadang tidak
sengaja tersenter oleh lampu sepeda motor yang sedang aku kendarai dan
terlihatlah kontak fisik juga terjadi. Memang hal seperti ini tidak bisa
dipungkiri dan aku, kita, dan mungkin siapa pun juga pasti pernah melakukan hal
yg sama jika sedang berpacaran. Tapi ya nggak di tempat kayak gitu juga kan? Yg
paling menarik dari fenomena yg terjadi di lokasi ini yaitu bahwa tempat-tempat
yg mereka jadikan lokasi ada beberapa bagian yg aku klasifikasikan sebagi
berikut:
1. Kelas Ekonomi (kelas ini mereka ciptakan
sendiri dgn memarkir sepeda motornya di pinggiran sawah dan mereka berpacaran
dgn duduk di atas sepeda motor)
2. Kelas Bisnis (kelas ini berada di pondok
kecil yg berada di pinggiran sawah)
3. Kelas Eksekutif (kelas ini berada di
jembatan kecil yg berada di dekat tali air yg digunakan petani setempat sebagai
irigasi sawah)
4. VIP (kelas ini terbilang lumayan
istimewalah utk yg pacarannya pas lagi bokek, karena lokasinya di warung yg dilengkapi
tempat duduk di sekitar sawah)
Semuanya
gratis dan tidak dipungut bayaran dengan moto siapa cepat dia dapat. Maka, yg
paling cepat datang akan menempati VIP. Apa nggak tajut ya tiba-tiba ada ular
nyasar, apalagi sekarang kan musim perampok, bahaya juga kan gara-gara pacaran
sepeda motor pun lenyap.
Tapi,
emang begitulah keadaan remaja masa kini, gaya berpacarannya kadang-kadang nggak
bisa ditebak. Lagi-lagi dari fenomena ini aku bukan ingin menjadi sosok seorang
ustadz jadi-jadian yang ingin menasehati, tapi yang mau aku bilang di sini aku
punya sebuah kesimpulan kecil yang mungkin ada yang akan menerima dan mungkin
banyak juga yang nggak menerima. Wajar aja kan? dalam setiap hal memang pasti
ada pro dan kontra. Kesimpulan kecil aku ini adalah bahwa cinta itu sebenarnya
tidak akan pernah terlepas dari yang namanya nafsu. Jadi, ketika seorang cowok
menyatakan cinta kepada seorang cewek hal yang terlintas di kepala si cowok
pasti cantiknya lah kamu, kapanlah aku bisa first kiss denganmu dan mungkin
khayalan si cowok lebih dari pada itu. Pendapat ini bukan tanpa perhitungan
karena memang fakta menunjukkan bahwa hal-hal yg dilakukan dalam berpacaran
bisa dibilang sudah terlalu jauh dari jalur yg seharusnya bisa dikontrol. Miris
sebenarnya melihat kondisinya yg seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, hal yg
seperti ini pasti akan sulit untuk dihilangkan.
Pesan
Moral: Terkadang banyak hal yang nggak kita tau dlm hidup ini, dan tentu perlu
belajar utk menjadi tau. Begitu juga dgn apa yg aku tulis ini, bkn berarti aku
ini sempurna dan tidak cacat dlm menjalani hidup. Dan yg ingin aku bagi dari
cerita ini sebenarnya sederhana, bahwa menjalani hidup ini kita akan dihadapkan
pada situasi yg salah dan yg benar, hitam dan putih yg kesemuanya pasti kita
lewati dgn proses yg tentunya merupakan pembelajaran bagi kita. Sederhananya
adalah bahwa segala sesuatu yg kita jalani pasti mempunyai resiko tergantung
dari proses mana yg kita pilih apakah menuju ke hitam atau ke yg putih.
Salam hangat buat teman-teman semua.
Namanya juga tulisan iseng-iseng jadi, kalau ada slh-slh kata mohon maaf ya.
Semoga bermanfaat.
